Akan lebih murah jika kami pakai saja tukang, beli material sendiri, bayar semampunya, pasti lebih murah. Walau lebih melelahkan dan memaksa kami harus belajar banyak.
Namun seperti jika beberapa calon pengguna jasa kontraktor kami saat meminta tenaga kami saja, sisanya mereka yang urus pembangunan rumah mereka. Ini jawabannya:
- Resiko jika material datang terlambat, maka tukang jadi tidak bekerja di hari itu. Jika tukang tetap dibayar, kasihan pemberi pekerjaan. Jika tukang tidak dibayar karena tidak ada pekerjaan, maka kasihan tukangnya. Kesalahan pada mobilitas material, tukang jadi korbannya.
- Resiko kami susah melakukan koordinasi, malah pembangunan jadi lebih lama, malah jadi lebih boros.
- Ada teori, ada pengalaman. Kontraktor dengan pengalaman lebih dari 10 tahun membangun maka pengalaman itu yang kita butuhkan agar bangunan rumah kami menjadi nyaman, kokoh, tidak ada masalah dikemudian hari.
Tiddak seperti kontrakan yang kami tinggali sementara ini selama rumah dibangun; saluran kamar mandi buntu, tempat cuci meluap, kalau ga pakai AC-ruangan jadi panas, dan siang hari masih perlu lampu. Maka jadi boros dalam jangka panjang. - Dengan kami serahkan ke kontraktor, maka kami bisa fokus mencari uangnya, sesuai bidang kami.




